Crowdo peringati Right to Know Day bersama Aptiknas untuk keterbukaan Informasi 

Jakarta, 28 September 2021. Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya keterbukaan informasi pada tanggal 28 September, dunia memperingati Hari Hak untuk Tahu (Right to Know Day). Indonesia adalah salah satu negara yang sudah sejak tahun 2010 turut memperingatinya dan diatur di dalam konstitusional dalam UU no 12 tahun 2008 pasal 2 ayat 3 mengaskan bahwa, setiap informasi publik bisa diperoleh secara cepat, dan tepat waktu. Sebagai pelaku usaha jasa keuangan, Crowdo ingin memberi informasi kepada para pelaku bisnis yang ingin menggunakan fasilitas fintech sehingga mereka tahu mana yang sudah sesuai dengan regulasi OJK. Dengan harapan para pelaku bisnis tidak terjerumus ke fintech illegal.   Sebagai realisasinya, Crowdo menggandeng para anggota APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi dan Informasi Nasional) untuk menggelar acara sosialisasi secara online untuk mengenal lebih jauh keuntungan yang dapat diberikan melalui platform fintech. Diakui Fanky Christian selaku ketua DPD DKI Jakarta, Anggota APTIKNAS masih sangat membutuhkan pengetahuan mengenai aspek solusi finansial. Oleh karena itu Crowdo menyambut dengan menggelar diskusi online yang merupakan sebuah bentuk kebebasan mendapatkan informasi secara gratis untuk para pelaku usaha sebagai landasan  untuk semakin menguatkan roda perekonomian.      “Peringatan Right to Know Day ini juga merupakan gerakan kami untuk mendukung kampanye AFPI yang sedang berlangsung tentang memperdalam pemahaman tentang perbedaan antara fintech legal dan ilegal. Bagi pelaku usaha, fintech adalah solusi keuangan yang layak, namun kami masih dihadapkan dengan fintech ilegal yang masih beroperasi di luar sana. Sebagai salah satu perusahaan industri fintech terkemuka dan berlisensi penuh, Crowdo adalah fintech yang mengadopsi teknologi Neobank untuk pelaku usaha. Kami menyediakan kombinasi unik dari platform pembiayaan dan digitalisasi untuk membantu pelaku usaha yang menggunakan platform  kami dapat mewujudkan pertumbuhan yang dinamis, ” Menurut Leo Shimada, CEO dari Grup Crowdo.  Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Ketua umum APTIKNAS  Sugiharto Santoso dan CCO Crowdo Indonesia Daniel Silalahi serta 100 anggota APTIKNAS. Pada acara ini Sugiharto membuka diskusinya dengan memberikan pandangan akan tentang pentingnya para pengusaha untuk mengetahui informasi tentang solusi keuangan untuk bisnis agar tidak menjadi masalah baru dalam arus keuangan pelaku usaha.  “Right to know day ini sangat pas sekali untuk lembaga publik seperti kami ini untuk berkesempatan memberikan informasi sebanyak mungkin kepada para pelaku usaha untuk mengetahui peluang peluang apa yang bisa diambil untuk meningkatkan perfoma bisnisnya khususnya dalam segi keuangan dan transformasi digital. Semoga dalam sesi para anggota APTIKNAS tidak ragu lagi untuk bekerja sama dengan fintech karena ternyata banyak hal yang bisa disinergikan bersama” ungkap Sugiharto dalam pembukaanya.  Disisi lain selain memberikan informasi mengenai fintech yang legal,  Daniel Silalahi juga  berbagi informasi  bahwa fasilitas yang diberikan fintech tidak hanya pinjaman lunak tapi juga pelaku usaha bisa menjaminkan faktur dari klien agar arus keuangannya tidak terganggu. Nilai plus bagi klien Crowdo mereka juga dapat menikmati fasilias solusi digital untuk operasional bisnisnya.   “Para pelaku usaha seharusnya tidak perlu ragu untuk menggunakan layanan fintech karena OJK dan AFPI sudah membuat regulasi sedemikian rupa agar pengguna fintech merasa terlindungi saat mereka menggunakanya.Lanjutkan membaca “Crowdo peringati Right to Know Day bersama Aptiknas untuk keterbukaan Informasi “

Tingkatkan Kompetensi Bisnis, Crowdo Ajak 120 Pelaku Usaha dalam Webminar Digitalisasikan Bisnis Anda

Jakarta, 31 Agustus 2021 -Setelah meluncurkan fitur yang mendukung digitalisasi supply chain management, Crowdo terus bergerak menjalankan misinya untuk memberikan manfaat kepada pelaku usaha dengan melaksanakan acara virtual perdananya pada 31 Agustus 2021 bertema “Digitalisasi Bantu Bisnismu Lebih Maju” untuk berbagi pengetahuan dan memahami bagaimana praktik terbaik dalam melakukan digitalisasi dalam bisnis. Kegiatan ini diikuti  120 pelaku usaha dari 30 provinsi dengan berbagai macam kategori usaha yang menghadirkan Daniel Silalahi, CCO Crowdo Indonesia dan Ricky Conrad, Entrepreneur juga Influencer dengan ratusan ribu pengikut di kanal youtube-nya.  Pandemi ini merupakan masa terberat bagi beberapa sektor usaha untuk bisa bertahan. Satu hal yang dapat dilakukan adalah pelaku usaha harus cepat beradaptasi agar semua aktivitas bisnisnya dapat terus berjalan sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Daniel Silalahi, salah satu pembicara dalam diskusi ini mengatakan, tahap awal yang bisa dilakukan pelaku usaha, yaitu dengan mengelola faktur dan purchace order secara digital agar seluruh transaksi lebih cepat, terintegrasi dan terukur sehingga transparan dalam pencatatannya.  ”Hasil survey yang dilakukan Crowdo,65% pelaku usaha masih melakukan kegiatan mengelola faktur secara manual, bahkan sebagian belum bisa membedakan fungsi dari kwitansi dan faktur padahal penggunaan keduanya cukup berbeda.  Kebiasaan ini tentunya harus mulai ditinggalkan karena akan menyulitkan pelaku bisnis untuk bisa melakukan analisa keuangannya dengan baik karena belum terintegrasi satu sama lain,” ujar CCO Crowdo Indonesia.   Pada kesempatan ini juga disampaikan bahwa penggunaan platform Crowdo dapat mendukung pelaku usaha menerapkan prinsip prinsip ESG (Environmental, Social, Government) dalam mengelola bisnis mereka. ESG menjadi prioritas yang semakin penting bagi perusahaan multinasional, dengan penerapan digitalisasi dalam supply chain diharapkan dapat membantu pelaku usaha untuk dapat patuh terhadap aturan yang ada. Misalnya, dengan melakukan operasional bisnis secara online dan digital perusahaan  dapat mempertahankan tingkat standar Kesehatan,keselamatan publik dan karyawan yang lebih tinggi,dimana saat ini penting dilakukan untuk mendukung pembatasan kegiatan masyarakat selama masa pandemi.  Di era digitalisasi Ricky Conrad menjelaskan, sebaiknya pelaku usaha harusnya sudah mulai menyadari bahwa pandemi ini merupakan peluang bagi para pelaku usaha untuk dapat meningkatkan kompetensinya dengan memanfaatkan fasilitas digital yang ada. Lebih jauh, Ricky menyampaikan hampir semua kebutuhan masyarakat terlayani dengan adanya digitalisasi. Peluang ini harusnya kita ambil untuk membuka cara baru agar kita bisa bertahan bahkan bisa lebih maju. Ricky pun berbagi pengalaman pentingnya digitalisasi operasional yang mendukung pelaku usaha “Peluang ini sudah terbuka dengan adanya platform yang dimiliki Crowdo yang memudahkan pelaku usaha membuat invoice secara digital agar terintegrasi sehingga lebih mudah pengirimannya dan juga teroganisir dengan baik” saran Ricky.   Menurut CEO Crowdo Group, Reona Shimada, bahwa peran pelaku usaha merupakan backbone bagi perekonomian Indonesia dan masih potensial untuk dikembangkan. Untuk itu kami hadir memberikan solusi kepada para pelaku usaha tidak hanya dalam sebuah platform namun juga aspek edukasi melalui wadah komunitas pelaku usaha seperti kegiatan ini.   “Kami berharap diskusi ini bisa menjadi sarana komunikasi bagi pelaku usaha agar semakin banyak mendapatkan pengetahuan mengenai tema yang masih kurang di bahas di dunia bisnis.” ucap Reona seraya berharap kegiatan ini dapat rutin dilaksanakan dengan topik yang semakin menarik  dan sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha. 

Kolaborasi NeoBank dan Bank Digital: Crowdo Bermitra dengan Bank Neo Commerce untuk Pembiayaan UKM

JAKARTA – 10 Maret 2021, Crowdo dan Bank Neo Commerce (BNC) mengumumkan kemitraan untuk pembiayaan Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemitraan antara Bank Digital dan Neobank ini adalah yang pertama di Indonesia. Sebagai bagian dari kemitraan, BNC akan mendapatkan keuntungan dari teknologi dan layanan Neobank Crowdo seperti mesin penilaian kredit yang didukung Artificial intelligence (AI), prosesLanjutkan membaca “Kolaborasi NeoBank dan Bank Digital: Crowdo Bermitra dengan Bank Neo Commerce untuk Pembiayaan UKM”

Pertama di Indonesia, CROWDO Meluncurkan Pinjaman ESG untuk UKM

Jakarta, 18 Desember 2020. CROWDO, platform solusi keuangan digital untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pada hari ini mengumumkan peluncuran produk pinjaman terkait ESG (Environment, Social, Governance) yang pertama di Indonesia untuk UKM, produk inovatif ini akan tersedia pada awal 2021. Sebagai permulaan, CROWDO diperkirakan akan menyalurkan hingga 100 juta USD baik dalam bentuk pinjamanLanjutkan membaca “Pertama di Indonesia, CROWDO Meluncurkan Pinjaman ESG untuk UKM”

Crowdo Meluncurkan Platform Digitalisasi UKM Pertama di Indonesia dengan Teknologi Neobank

JAKARTA – 23 Februari 2021, Crowdo mengumumkan peluncuran platform digitalisasi UKM pertama di Indonesia dengan teknologi Neobank. Platform baru ini bertujuan untuk membantu bisnis mendigitalisasi operasional mereka guna meningkatkan produktivitas melalui integrasi operasional supply chain dengan produk keuangan dan perbankan secara online, yang memungkinkan mereka untuk menghemat sumber daya dan fokus pada pertumbuhan bisnis mereka.Lanjutkan membaca “Crowdo Meluncurkan Platform Digitalisasi UKM Pertama di Indonesia dengan Teknologi Neobank”