Crowdo Menjadi Perwakilan Bisnis P2B Indonesia di Money2020 Asia

Crowdo, platform Peer-to-Business (P2B) Lending terkemuka di ASEAN akan mewakili fintech Indonesia di salah satu acara fintech terbesar di dunia, Money 2020 Asia pada tanggal 19-21 Maret di Singapura.

Money2020 Asia adalah event tahunan yang menghubungkan pemimpin-pemimpin senior dunia di bidang Pembayaran, Jasa Finansial, dan FinTech untuk saling bertemu dan berbagi sudut pandang mengenai perkembangan penting yang membentuk masa depan industri keuangan di Asia.

Pada Money2020 Asia tahun ini, Crowdo akan menjadi satu-satunya perwakilan dari bisnis P2B di Indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan perkembangan P2B tercepat di dunia.

Kapabilitas Crowdo telah diakui oleh KPMG, perusahaan jasa internasional profesional terkemuka, yang baru-baru ini mengakui Crowdo sebagai pemimpin fintech bidang P2B Lending di Indonesia. Pengakuan ini didasari oleh kriteria-kriteria ketat yang mencakup manajemen resiko, transparansi, dan level pelayanan pelanggan.

Crowdo telah melayani peminjam dari 35 industri yang berbeda di seluruh Indonesia dan menghasilkan tingkat pengembalian rata-rata sebesar 21% Interest Return Rate (IRR) kepada pendana mereka, dengan tetap mempertahankan tingkat NPL (Non Performing Loan) di rentang 1%.

Crowdo telah mengalami perkembangan yang pesat dan mentargetkan untuk menyalurkan pinjaman sebanyak lebih dari 3 kali lipat di tahun 2019, serta telah berada pada tahap lanjut dengan perijinan di Indonesia, yang merupakan market terbesarnya.

“Visi Crowdo adalah untuk menciptakan institusi finansial digital yang mengadopsi teknologi mutakhir lintas AI, otomatisasi, dan UI untuk menghasilkan proses efisien dan transparan kepada pengguna kami, sambil membangun infrastruktur yang kuat untuk penilaian kredit dan manajemen risiko.” kata Salah satu pendiri dan CEO, Leo Shimada.

Leo menambahkan, berbicara di Money 2020 adalah representasi dari DNA dan brand Crowdo, sehubungan dengan keinginan perusahaan untuk melayani lebih banyak pendana global yang tertarik lebih jauh dengan bisnis pendanaan serta membantu menyelesaikan kondisi kesenjangan pembiayaan di Indonesia.

"Kami memberikan kesempatan yang luar biasa bagi para pendana, untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang menguntungkan sambil mempromosikan inklusi keuangan. Tujuan Crowdo adalah untuk menjembatani UMKM berpotensi besar yang telah ditinggalkan oleh institusi keuangan konvensional, untuk mendapatkan pendanaan yang tepat untuk mengembangkan bisnis mereka.” ungkap Leo.

Leo, bersama dengan partnernya Nicola Castelnuovo, adalah otak dan perencana di balik kesukseskan Crowdo, dengan berbekal pengalaman profesional selama lebih dari 7 tahun di firma besar seperti McKinsey & Company dan Standard Chartered Bank, sebelum membangun start-up fintech ini 5 tahun yang lalu.

Crowdo akan berlokasi di Kiosk 22 di Marina Bay Sands Expo & Convention Center, dan Leo serta Nicola akan menghadiri event tersebut. Leo akan memiliki 45 menit sesi berbicara pada tanggal 21 Maret, dimulai pukul 11.35 waktu Singapura pada panggung The Innovators’ Stage, dengan topik “Fintech Deep Dive Part 2: Localisation”.

Selain Leo, akan ada pemimpin-pemimpin senior lain dari perusahaan Indonesia yang berbicara selama konferensi ini, seperti Aldi Haryopratomo dari GoPay, Adam D’arcy dari GoJek Mapan, Samuel Sentana dari Tokopedia, dan Jason Thompson dari OVO.