FINTECH DAYS 2018: CROWDO Bantu Hadirkan Optimisme Inovasi dan Teknologi Keuangan di Bali

CROWDO, platform peer to peer lending terdepan di Asia Tenggara, hadir di Bali dalam rangka FINTECH DAYS 2018. Fintech Days yang dilaksanakan pada tanggal 25-27 Oktober 2018 menjadi spesial karena terdiri dari beberapa rangkaian acara seperti CEO summit, fintech goes to market, coaching clinic, panel discussion, dan exhibition. Melalui acara ini, CROWDO optimis bahwa dengan inovasi dan teknologi dapat memberikan solusi dalam inklusi keuangan di Indonesia melalui pembiayaan online (P2P lending).

Selama empat tahun terakhir, perekonomian di Indonesia berubah secara signifikan, khususnya dengan hadirnya ekosistem keuangan digital yang terdiri dari pembiayaan online P2P lending seperti CROWDO, sistem pembayaran online, dompet digital, dsb. Dari perhitungan World Market Monitor, pada 2025, sektor ini diperkirakan menyumbang US$ 155 miliar atau sekitar Rp 2.294 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) [1].

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa maraknya perkembangan dan kehadiran platform P2P lending berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi yang belum tersentuh bank. Berdasarkan data hingga Agustus 2018, jumlah pinjaman yang telah disalurkan penyelenggara P2P lending mencapai Rp11,68 triliun [2]. Jumlah ini naik signifikan bila dibandingkan akhir Desember 2017 sebesar Rp2,56 triliun [3]. Berdasarkan data tersebut, OJK pun memperkirakan jumlah penyaluran pinjaman oleh penyelenggara P2P lending pada tahun ini dapat mencapai Rp 20 triliun.

Selaras dengan pesatnya perkembangan P2P lending, edukasi dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia menjadi bagian yang tak terpisahkan. Oleh karena itu, CROWDO menyambut baik inisiatif OJK dalam penyelenggaraan Fintech Days sepanjang tahun 2018 yang bertujuan untuk menyebarkan manfaat fintech dalam pembiayaan online. Untuk mendukung tujuan ini maka dibentuk pula AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) sebagai wadah khusus para penyelenggara fintech lending.

Cally, General Manager CROWDDO Indonesia, pun menyatakan bahwa CROWDO ingin mengambil peran besar dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia. “Bali memiliki potensi di bidang ekonomi kreatif dengan produk-produk mendunia. Sebagai salah satu solusi masa kini, CROWDO berharap dapat membantu meningkatkan nilai tambah produk-produk penyelenggara UMKM tersebut melalui platform pembiayaan kami,” kata Cally.

Sebagai salah satu P2P lending yang serius berkomitmen terhadap inklusi keuangan, CROWDO pun telah terpilih dalam beberapa acara bergengsi seperti World Bank-IMF Annual Meeting 2018, LendIt Fintech China 2018, top startup ASEAN dalam World Economic Forum 2018 di Hanoi, Vietnam serta dinobatkan sebagai 15 inspiring Fintech Founders from South East Asia oleh Fintech News Singapore pada bulan Oktober, “CROWDO optimis untuk dapat selalu meningkatkan kualitas dan menjadi salah satu garda depan di industri teknologi finansial tidak hanya di tingkat nasional namun juga global” tutup Cally.

Sumber:

[1] https://katadata.co.id/telaah/2018/10/01/jalur-tol-menuju-pusat-ekonomi-digital-di-pertemuan-imf-bank-dunia

[2] https://www.liputan6.com/bisnis/read/3672237/akhir-2018-penyaluran-dana-oleh-penyedia-pinjaman-online-capai-rp

[3] https://keuangan.kontan.co.id/news/agustus-2018-penyaluran-pinjaman-fintech-lending-sentuh-rp-10-triliun