Mengenal Agunan dalam Dunia Finansial

Seringkali kita mendengar kata agunan atau yang dikenal dengan istilah collateral dalam dunia perkreditan. Agunan bisa berwujud barang, aset, atau surat berharga yang berfungsi sebagai jaminan yang diberikan oleh pihak debitur kepada pihak kreditur.

Tujuan dari penggunaan collateral sendiri adalah untuk mengamankan piutang kreditur agar tetap akan dilunasi. Apabila dalam suatu hal, baik disengaja ataupun tidak, kreditur tidak berhasil melunasi hutangnya, maka agunan tadi dijadikan alat pelunas hutang. Pelunasan tersebut dapat dilakukan dengan melelang atau menjual agunan, tergantung kesepakatan para pihak.

Namun demikian, adanya agunan tidak lantas menjadikan suatu kredit menjadi kredit yang baik, karena agunan hanya akan memberikan nilai tambah dalam pemenuhan pelunasan hutang. Oleh karenanya, dapat dikatakan bahwa agunan adalah bagian kecil dari analisa pencairan utang kepada debitur.

Jenis agunan dalam perkreditan konvesional

Sama seperti kreditur yang tidak akan sembarang memilih lembaga penerima pinjaman maka sama halnya dengan kriteria barang yang akan dijadikan agunan. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis agunan, yang umumnya dikenal sebagai berikut:

A. Jika dilihat berdasarkan fungsinya, maka agunan terbagi menjadi:

  • Agunan pokok adalah benda yang dibiayai atau diperoleh dengan cara kredit. Contohnya ketika seseorang membeli sebuah rumah, maka yang dijaminkan adalah rumah yang menjadi objek kredit tersebut. Selama kredit belum terlunasi, umumnya sertifikat atas tanahnya akan ditunda pembuatannya.

  • Agunan tambahan adalah agunan yang menjadi pelengkap agunan pokok, hal ini biasanya diperlukan bila lembaga peminjaman menilai bahwa agunan pokoknya belum cukup untuk menjaminkan jumlah pinjaman.

B. Dilihat dari wujud bendanya

  • Agunan berwujud, adalah agunan yang memiliki wujud yang bisa dilihat dengan nyata, seperti mobil, rumah, dan mesin-mesin.

  • Agunan tak berwujud adalah jaminan yang wujudnya tak tampak secara nyata, atau berdasarkan ikatan, seperti garansi perusahaan dan garansi perorangan, atau hak-hak atas tanah.

C. Berdasarkan pergerakan barang

  • Agunan bergerak, yakni agunan berupa benda benda bergerak, seperti piutang, kendaraan dan barang dagangan.

  • Di sisi lain, agunan tak bergerak adalah agunan yang terdiri dari benda-benda tak bergerak, seperti properti yang biasa dilakukan untuk kredit jangka panjang dengan menggunakan hak tanggungan.

Agunan dalam Fintech

Jenis dan macam yang telah disebutkan di atas adalah agunan yang biasa dikenal dalam kredit konvensional. Namun, dengan menjamurnya industri fintech di Indonesia, memberikan satu pertanyaan mengenai apakah agunan-agunan dalam kredit konvensional tersebut masih juga digunakan untuk peminjaman berbasis aplikasi?

Aturan mengenai peminjaman berbasis teknologi sendiri atau yang akrab dikenal sebagai skema Peer to Peer Lending (P2P) tertuang dalam POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Lebih lanjut fintech berbasis agunan juga sudah mendapatkan izin usaha di Indonesia melalui POJK Nomor S-280/NB.213/2018 tanggal 20 April 2018.

Pada umumnya, kebanyakan P2P tidak mensyaratkan adanya agunan dikarenakan nilai pinjaman yang tidak sebesar pinjaman-pinjaman yang menggunakan skema konvensional. Selain itu, perbedaan dengan kredit tanpa agunan konvensional, syarat yang diberikan oleh P2P relatif lebih ringan dan cepat proses administrasinya.

Namun demikian, saat ini ada beberapa pelaku P2P yang mulai mensyaratkan adanya agunan sebagai salah satu dasar peminjaman. Hal ini dilakukan sebagai langkah memberikan kepastian bagi para investor bahwa pinjaman-pinjaman yang diberikan akan terlunasi. Terkait jenis agunannya, dikembalikan ke platform yang digunakan, ada yang menggunakan benda bergerak seperti emas ataupun benda tidak bergerak seperti garansi personal ataupun garansi perusahaan seperti yang dilakukan oleh CROWDO saat ini.

Pada akhirnya, masing-masing platform juga bisa menambahkan syarat-syarat tambahannya sendiri yang berbeda satu dengan yang lain. Masalah mana yang lebih menguntungkan, akan kembali pada sudut pandang peminjam dan pemberi pinjaman. Secara keseluruhan dengan atau tanpa agunan, P2P Lending memberikan kecepatan, kenyamanan transaksi, dan periode tenor yang lebih pendek daripada proses kredit konvensional.