5 Investasi Yang Layak Dicoba Oleh Millennial

Banyak yang sepele dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan mereka. Dan ketika mereka mulai menyadari pentingnya hal tersebut, hasil yang diterima sudah tidak semaksimal apabila mereka memulainya lebih dini.
Tapi seiring waktu, semakin banyak orang yang memahami pentingnya menyusun perencanaan keuangan. Dan kini, generasi millennial pun telah lebih perhatian dalam menyusun perencanaan dan pengelolaan uang mereka sejak dini.

Kesadaran ini tentu tidak terlepas dari semakin mudah dan cepatnya informasi diakses, sehingga generasi yang terlahir dalam rentang waktu dari tahun 1980-2000 ini juga ikut terpapar. Terlebih, kini mereka yang berusia 28 keatas mulai memasuki usia mapan dan memiliki kuangan yang lebih stabil.

Dengan kemapanan dan kestabilan ini, akhirnya memunculkan kesadaran akan pengelolaan uang yang lebih produktif dan bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, dan investasi menjadi salah satu pilihan yang mereka lakukan. Tapi apa sajakah investasi yang cocok untuk kaum millennial yang cenderung lebih suka tantangan dan ingin terlibat aktif dalam investasi mereka?
Berikut adalah 5 investasi yang cocok untuk kalian para millennial:

  • Reksa Dana

Reksa dana sangat cocok untuk investor pemula dengan modal sangat terbatas dan masih belum bisa menghitung risiko investasinya sendiri. Saat ini, Anda sudah dapat membuka akun reksa dana dengan modal hanya sebesar Rp100.000. Hal ini membuat reksa dana menjadi alternatif investasi yang ideal bagi mereka yang memiliki dana terbatas namun tetap dapat melakukan diversifikasi dalam produk investasinya.

Dalam investasi ini, uang Anda akan menjadi bagian dari dana yang dikumpulkan untuk melakukan investasi pada produk tertentu yang dilakukan oleh seorang Manajer Investasi. Dengan menghitung sentimen dan resiko pasar, serta melakukan strategi investasi untuk menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin, sang Manajer Investasi akan memasukkan dana tersebut ke dalam berbagai produk atau instrumen investasi.

Namun bagi kaum millennial yang ingin terlibat langsung dalam seluruh aktivitas investasinya, reksa dana mungkin kurang menarik karena Anda bukanlah ‘pemain utamanya’. Segala sesuatu sangat bergantung dengan kecakapan Manajer Investasi yang mengelola keuangan Anda.

  • Deposito

Deposito merupakan instrumen keuangan yang cocok bagi semua usia. Sebagai salah satu produk peyimpanan uang di bank, deposito termasuk investasi dengan resiko rendah, namun setoran maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu.

Kelebihan utama dari memiliki deposito adalah tingkat suku bunga bank yang lebih besar dibandingkan produk tabungan biasa. Saat ini, suku bunga yang ditawarkan yakni berkisar di angka 5%, namun suku bunga tersebut belum dipotong pajak sebesar 20%.

Memang deposito bentuk investasi yang paling aman diantara yang lainnya, namun sebagai gantinya imbal hasil yang diberikan dari deposito tergolong rendah atau paling rendah diantara bentuk investasi lainnya. Belum lagi apabila terjadi lonjakan inflasi, maka hasil deposito kita bisa menjadi tidak ada artinya.

  • Cryptocurrency

Mungkin tahun lalu belum banyak yang mengenal cryptocurrency atau mata uang digital. Namun berkat kenaikan salah satu coin yang fantastis di akhir 2017, kini crypto mulai dilirik dan diperhitungkan. Kegiatan yang penuh tantangan dan beresiko tinggi ini mungkin cocok bagi para millennial yang berharap mendapat keuntungan tinggi dan tidak khawatir dengan resiko.

Didorong dengan naiknya nilai tukar Bitcoin hingga 15 kali lipat, akhirnya cukup banyak koin digital alternatif lain ikut terdongkrak, termasuk kehadiran ratusan alternatif koin baru yang menawarkan iming-imging keuntugan investasi luar biasa besar.

Teknologi dibelakang mata uang digital dan kemungkinan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari memang sangat menarik. Namun dibalik tawaran-tawaran menggiurkan tersebut, tersembunyi resiko yang tidak kalah besar.
Kerugian karena nilai tukar yang sangat fluktuatif hingga penipuan yang akhirnya membuat seluruh asset investasi kita hilang sudah menjadi hal ‘biasa’ di dunia crypto. Bahkan, di beberapa negara, uang digital ini telah dilarang dan dianggap memiliki resiko yang tidak dapat diukur.

  • Mata Uang Asing

Perdagangan jenis mata uang asing atau yang lebih dikenal dengan sebutan forex (foreign exchange) dapat menjadi alternatif lain yang cocok bagi kalian kaum millennial. Jenis investasi ini cukup menantang dan dapat memberikan hasil yang tidak sedikit.

Tapi keuntungan yang didapat sangat ditentukan oleh besarnya dana yang berani Anda investasikan, dan yang tidak kalah penting, kemampuan Anda membaca kondisi pasar terkini.

Yang perlu dicatat adalah, forex merupakan investasi dengan resiko tinggi. Karena apabila tidak hati-hati atau melakukan investasi tanpa memahami cara kerjanya, Anda dapat kehilangan investasi yang telah ditanam dalam waktu singkat.

Jadi sangat penting untuk kaum millennial yang ingin berinvestasi di forex, kalian harus benar-benar memahami cara kerjanya dan resiko yang dapat ditimbulkannya terlebih dahulu.

  • Peer to peer lending

Investasi peer to peer lending (P2P Lending), atau yang sering pula disebut pendanaan online, merupakan skema investasi baru di Indonesia. Secara sederhana, pendanaan online merupakan sebuah skema pemberian pinjaman uang kepada peminjam dengan imbalan besaran bunga tertentu, dimana investor atau yang sering disebut sebagai pemberi pinjaman dapat mulai berinvestasi dengan modal yang relatif lebih kecil.

Ada dua tipe dalam pendanaan online ini, yaitu pemberian pinjaman kepada perorangan dan pinjaman kepada UKM. Crowdo, selaku sebagai salah satu platform peer to peer lending terdepan di Indonesia memfokuskan diri untuk memberikan pinjaman kepada UKM dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Salah satu faktor yang membuat investasi di P2P lending menarik adalah timbal balik yang kompetitif dengan besaran pergerakan harga dari waktu ke waktu lebih rendah. Di Crowdo, Anda dapat mulai berinvestasi mulai dari Rp1 juta, dan dapat memilih bunga dan masa pinjaman (tenor) sesuai kenyamanan Anda. Masa pinjaman di P2P Lending relatif singkat, yaitu hanya 1-12 bulan, dengan rata-rata keuntungan yang didapat sebesar 21% efektif bunga setahun.

Dengan nilai investasi awal yang relatif rendah, siapa saja dapat menjadi investor, termasuk millennial yang masih menimba ilmu sekalipun. Dengan memahami resiko berinvestasi di P2P lending, kaum millennial kini memiliki kendali penuh terhadap asset invetasi mereka dan dapat belajar menyusun strategi untuk memenuhi target investasi mereka.

Kelima investasi tersebut memiliki karakteristik berbeda-beda. Ada yang menawarkan keuntungan timbal balik yang besar namun dengan resiko yang besar, namun ada yang menawarkan resiko rendah namun dengan keuntungan yang kecil pula.

Berinvestasi di platform peer to peer lending layak untuk dicoba. Dengan resiko yang terukur, jenis investasi ini menawarkan keuntungan yang sangat menarik dalam tempo waktu yang relatif singkat. Bahkan investasi Anda dapat disebar untuk mengurangi resiko dan memberikan diversivikasi terhadap portofolio Anda.

Dan bagi kalian yang ingin mengetahui lebih jauh terkait Crowdo dan bagaimana sistem investasi di salah satu dari TOP 5 Peer to Peer Lending di Indonesia ini, sila kunjungi www.crowdo.co.id