Kontribusi Crowdo Bagi Akses Kredit Petani Indonesia

Layanan keuangan bagi para petani seperti bagian yang sedikit terlupakan bagi lembaga keuangan tradisional selama ini. Hasil pertanian yang tidak menentu akibat dari perubahan musim, membuat risiko pembiayaan sektor petanian terbilang cukup tinggi.

Banyak petani yang membutuhkan akses pada inovasi pembiayaan berbentuk kredit. Plus dengan suku bunga terjangkau untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian.Kesulitan permodalan, juga akan menghambat petani untuk mengakses input pertanian yang berkualitas dan juga teknologi yang baru. Apabila kendala-kendala tersebut tidak diatasi secara serius, produktivitas dan daya saing komoditas pertanian akan stagnan. "Sehingga kesejahteraan rumah tangga usaha pertanian semakin sulit untuk ditingkatkan.

Melihat kebutuhan yang cukup besar tersebut, Crowdo bekerjasama dengan Toko Petani menyalurkan bantuan permodalan dalam bentuk pinjaman. Toko Petani sendiri sudah banyak membantu petani khususnya di Bandung. Jumlah petani yang sudah dibantu berkisar 500 orang yang terkonsentrasi di wilayah Jawa Barat. Total pinjaman yang telah dicairkan sampai dengan saat ini adalah Rp. 1.3 Milyar.

Seperti yang dikatakan oleh Sunandi Kertawijaya pendiri Toko Petani, "Kami mengajukan pinjaman di Crowdo semata-mata untuk membantu mempertemukan para petani kami dengan pedagang di Indonesia mendapatkan pinjaman bagi usaha mereka yang selama ini tidak tersentuh oleh Bank. Dengan adanya fasilitas yang diberikan Crowdo, dampaknya terhadap harga komoditas pertanianpun bisa menjadi lebih murah sehingga lebih terjangkau di pasaran".

Produk pertanian dari Toko Petani juga dapat diperoleh dengan mudah secara online di: farmstore.

Dengan demikian, Crowdo berharap agar kedepannya dapat memberikan kontribusi lebih kepada sektor pertanian. Bentuk kontribusi tersebut salah satunya dengan memberikan akses yang lebih mudah dalam pembiayaan modal demi mendongkrak hasil pertanian agar lebih baik dan berdampak kepada kemajuan ekonomi masyarakat.

Source:
Tempo

Image:
Villagers Post